HSISilsilah 2 Mengenal Allah - Halaqah 7 Pengertian Ibadah dan Macam-Macamnya Ibadah adalah seluruh perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allah baik berupa ucapan maupun perbuatan yang zhahir maupun yang bathin. Seseorang bisa mengetahui bahwa sesuatu dicintai Allah dengan beberapa cara, diantaranya:
Halaqahyang ke-4 dari Silsilah Beriman Dengan Malaikat adalah " Beriman Dengan Nama Khusus Malaikat " Diantara cara beriman dengan malaikat yaitu beriman dengan nama-nama khusus sebagian yang ada di dalam dalil yang shahīh.
Halaqahyang ke-26 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang "Ditiupnya Sangkakala". Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan akan ditiupnya Sangkakala. Rasulullah ﷺ pernah ditanya apa itu sangkakala, maka beliau mengatakan, Tanduk yang ditiup (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmizi dan Nasai).
HSIAbdullahRoy adalah salah satu Program Belajar Aqidah Islam secara online melalui group di WhatsApp yang diasuh dan dibimbing oleh Ustadz DR. Minta tolong minta nomor wanya akhi aris mitra atau akhi yana join kembali..sudah ketinggalan 2 halaqah harian..atau mungkin bisa tambahkan wa saya utk kembali join..081228015151
HSI10.68 Perang Badr Kubro 4; HSI 10.67 Perang Badr Kubro 3; HSI 10.66 Perang Badr Kubro 2; HSI 10.65 Perang Badr Kubro 1; HSI 10.64 Perpindahan Kiblat; HSI 10.63 Awal mula disyariatkannya jihad; HSI 10.62 Disyariatkannya jihad; HSI 10.61 Peperangan bani quraizhah; HSI 10.60 Pengusiran bani nadhir; HSI 10.59 Penghianatan Kaab bin Al Asyraf
bHFj. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين Halaqah yang pertama dari Silsilah ilmiyyah ke 7 Beriman dengan kitab-kitab Allah adalah tentang “Pengertian Kitab Secara Bahasa dan Syariat dan Wajibnya Beriman Dengan Kitab-kitab Allah” Diantara pokok pokok keimanan yang harus di imani seorang hamba adalah beriman dengan kitab kitab Allah, semakin seseorang mengetahui tentang kitab kitab Allah secara terperinci maka akan semakin bertambah keimanannya dan akan semakin besar manfaatnya di dunia maupun diakhirat. Kitaabun dalam bahasa arab adalah mufrad atau tunggal dari kutubun, kitab artinya yang ditulis adapun secara syariat maka yang dimaksud kitab kitab disini adalah kitab kitab yang Allah turunkan kepada para Rasul-Nya sebagai petunjuk bagi manusia supaya mereka mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Al-Quran, As Sunnah dan Ijma’ kaum muslimin menunjukkan tentang wajibnya beriman dengan kitab kitab Allah, dan bahwasanya kekufuran dengan kitab kitab Allah pada hakikatnya adalah kekufuran dengan Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى dari Al-Quran Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا “Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya dan kitab yang telah diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab kitab yang diturunkan sebelumnya. Dan barangsiapa yang kufur kepada Allah, malaikat malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, rasul rasul-Nya dan hari akhir, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh”. An-Nisa 136 Dari As-sunnah bahwa Nabi ﷺ ketika ditanya Jibril ditanya tentang apa itu iman, beliau mengatakan الإيْمَانُ أنْ تُؤمِنَ باللهِ وَمَلاَئكِتَهِ وَكُتُبهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرّهِ Beriman adalah engkau beriman dengan Allah, malaikat malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul rasul-Nya, dan hari akhir, dan engkau beriman dengan takdir baik yang baik maupun yang buruk. HR Muslim Adapun dari ijma’ maka telah berkata Ibnu Bathah rahimahullah وكذلك وجوب الإيمان والتصديق بجميع ما جاءت به الرسل من عند الله، وبجميع ما قاله الله عز وجل فهو حقٌّ لازمٌ، فلو أن رجلاً آمن بجميع ما جاءت به الرسل إلا شيئاً واحداً، كان بردّ ذلك الشيء كافراً عند جميع العلماء “Demikian pula wajibnya beriman dan membenarkan seluruh apa yang dibawa oleh para Rasul dari sisi Allāh dan beriman dengan seluruh yang Allāh Azza wa Jalla katakan, ini adalah sebuah kewajiban, Seandainya seseorang beriman dengan seluruh yang dibawa para Rasul kecuali satu hal maka dengan dia menolak satu hal tersebut jadilah dia kafir menurut seluruh ulama.” Al-Ibānah Ash-Shughra 211 itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Saudaramu, Abdullāh Roy Di kota Al-Madīnah *Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy
Accès aux normes Pour accéder aux normes nationales et internationales d'information sur la santé sous licence par exemple celles de SNOMED CT, ouvrez simplement une session sur votre compte Inforoute et acceptez chaque année les conditions d'utilisation et accords de licence. Des frais ne sont exigés que pour l'accès au matériel d'H7 International et son utilisation. Tous les outils informatiques de SNOMED CT, de la LOINC et d'Inforoute sont fournis sans frais aux utilisateurs qui possèdent un compte actif auprès d'Inforoute. Inforoute peut utiliser l’information fournie au moment de l’ouverture d’un compte d’Inforoute pour satisfaire à ses engagements contractuels avec des donneurs de licence comme HL7 International et SNOMED International, ou pour demander des commentaires sur des artéfacts téléchargés via Terminology Gateway ou Terminology API. Si vous souhaitez ne plus recevoir de courriels de commentaires sur les téléchargements de terminologie de la part de l’organisation responsable, veuillez nous envoyer un courriel pour retirer votre nom de la liste d’envoi. En savoir plus au sujet de l'accès aux normes.
🎙 Ustadz Dr. Abdullah Roy, حفظه لله تعالى 📗 Silsilah Al-Ushulu Ats-Tsalasah بسم اللّه الرحمن الرحيم السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه Halaqah yang pertama dari Silsilah Ilmiyyah Penjelasan Kitāb Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adillatuhā 3 Landasan utama dan dalīl-dalīlnya yang dikarang oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb bin Sulaimān At Tamimi rahimahullāh. Kitāb ini sebagaimana judulnya Al Ushūlu AtsTsalātsah yang artinya adalah 3 landasan utama, yang dimaksud dengan 3 landasan disini, adalah ⑴ Ma’rifatullāh Mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla ⑵ Ma’rifatunnabi shallallāhu alayhi wa sallam mengenal Nabi Muhammad shallallāhu alayhi wa sallam ⑶ Ma’rifatudīnil Islām Mengenal agama Islām Inilah yang dimaksud dengan Al Ushūlu AtsTsalātsah 3 Landasan utama yang ingin disampaikan oleh pengarang didalam kitāb beliau ini. Apa keutamaan mengenal 3 perkara ini? Didalam sebuah hadīts yang diriwayatkan oleh Imām Ahmad, Abū Dāwūd dan juga yang lain, dan hadīts ini adalah hadīts yang shahīh. Dari Al Barā ibnu Azīb radhiyallāhu ta’āla anhu dimana didalam hadīts ini Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam menceritakan tentang kisah seseorang atau setiap manusia ketika dia meninggal dunia. Bagaimana dia dicabut nyawanya oleh malāikat, bagaimana dibawa nyawanya keatas kemudian dikembalikan kebumi, kemudian akan datang dua orang malāikat yang bernama Munkar dan Nankir yang akan bertanya kepada orang tersebut tentang tiga perkara. Baik orang tersebut seorang yang mukmin muslim kāfir atau seorang munāfiq sekalipun, akan ditanya tentang 3 perkara ini. ⑴ Ditanya tentang manrabbuka siapa tuhanmu. ⑵ Ditanya tentang maa dīnuka apa agamamu ⑶ Ditanya tentang siapa nabimu. Setiap dari kita akan ditanya tentang tiga perkara ini, kecuali yang memang telah dikecualikan oleh dalīl. Setiap kita akan ditanya siapa Rabbnya, siapa Nabinya dan apa agamanya. Apabila dia seorang muslim yang selama hidupnya, √ Mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla, menunaikan haknya. √ Mengenal Nabi Muhammad shallallāhu alayhi wa sallam, menunaikan hak beliau sebagai seorang rasūl. √ Mengenal agama Islām, menjalankan perintahnya menjauhi larangannya. Maka diharapkan orang seperti ini akan mendapatkan taufīq dan kemudahan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla didalam menjawab pertanyaan dua malāikat ini. Dia akan mengatakan √ Rabb ku adalah Allāh Subhānahu wa Ta’āla. √ Nabiku adalah Muhammad shallallāhu alayhi wa sallam. √ Agamaku adalah agama Islām. Namun apabila selama didunia dia termasuk orang yang kufur, mengingkari Allāh, mengingkari Nabi Muhammad shallallāhu alayhi wa sallam dan berpaling dari memeluk agama Islām seperti orang-orang kāfir, maka mereka tidak akan mendapatkan taufīq untuk bisa menjawab tiga pertanyaan ini. Demikian pula orang munāfiq yang mereka menampakkan keislāman dan menyembunyikan kekufuran di dalam hati mereka, mereka menampakan keislāman diantara manusia. √ Mengucapkan kalimat Lā ilāha illallāh. √ Mengatakan kalimat Muhammadur rasūlullāh. ⇒ Secara lisan zhahir akan tetapi didalam bathinnya dia mengingkari ini semua. Maka orang yang demikian keadaannya, tidak akan bisa menjawab pertanyaan dialam kubur yang dinamakan dengan fitnah kubur. Sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam ketika orang munāfiq ditanya mereka mengatakan, “hah… hah” artinya mereka tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut, padahal mereka didunia dia mengucapkan “Lā ilāha illallāh” sebagaimana orang-orang Islām mengucapkan “Lā ilāha illallāh” dan dia didunia mengucapkan “Muhammadur rasūlullāh”, sebagaimana orang-orang Islām mengucapkan “Muhammadu rasūlullāh”. Akan tetapi dia tidak mengucapkan ucapan tersebut dengan ikhlās, akan tetapi hanya secara zhahir lisan tanpa diyakini didalam hatinya. Oleh karena itu tidak heran apabila pengarang disini mengarang sebuah kitāb yang ringkas mudah dipahami oleh semua, baik orang awam, seorang penuntut ilmu apalagi seorang ulamā dengan harapan masing-masing dari kita baik seorang muslim maupun muslimah bisa mempersiapkan diri untuk bisa menjawab pertanyaan dialam kubur yang dinamakan dengan fitnatuqabr menjawab pertanyaan tersebut dengan baik dan juga dengan benar. Dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab beliau adalah seorang yang sangat gigih didalam dakwahnya, dan beliau lahir di sebuah daerah di Jazirah Arab yang dinamakan dengan Uyainah pada tahun 1115 Hijriyyah dan beliau menuntut ilmu agama dimulai dari keluarganya, karena bapak beliau juga seorang ulamā dan sudah menghapal Al Qurān ketika beliau berumur 10 tahun, kemudian setelah itu melanjutkan mempelajari ilmu-ilmu yang lain bersimpuh dihadapan para ulamā yang ada di Najed, Hijaz, kota Mekkah, kota Madīnah. Beliau datang kepada mereka menuntut ilmu agama termasuk diantaranya berguru kepada seorang muhadīts di kota Madīnah ini yaitu Syaikh Muhammad Al Hayah As Sindi rahimahullāh dan juga ulamā-ulamā lain kemudian setelah itu beliau memulai dakwahnya menyebarkan ilmu agama mengajak, manusia kembali kepada Allāh, kembali, kepada agama Allāh, mengarang banyak kitāb-kitāb yang bermanfaat diantaranya adalah; √ Kitābul At Tauhīd. √ Al Qawā’idul Arba’. √ Al Ushūlu As Sittah. √ Ushūlul Imān. √ Adabul Masyyi ilā Ash shalāh. √ Kasyfu syubhat. Termasuk diantaranya kitāb yang in syā Allāh akan kita pelajari yaitu Al Ushūlu AtsTsalātsah wa Adilatuhā 3 landasan utama dan juga dalīl-dalīlnya. Dan beliau meninggal dunia pada tahun 1206 Hijriyyah. Itulah yang bisa kita sampaikan. وبالله التوفيق و الهداية والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
SILSILAH 7 BERIMAN DENGAN KITAB-KITAB ALLĀH Halaqah 8 Kitab At-Taurāh Bagian 1 ________________________________ السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين Halaqah yang ke-8 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab At-Taurāh Bagian 1”. At-Taurātu التَّوْرَاةُ berasal dari bahasa Ibrani yang artinya ajaran. Diantara kabar yang kita ketahui tentang Taurat di dalam Al-Qurān dan Al-Hadīts ● Pertama Kitab Taurat/At-Taurāh ini diturunkan kepada Nabi Mūsā alayhissalām Allāh berfirman وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ “Dan sungguh Kami telah berikan kepada Mūsā Al-Kitab Kitab Taurat dan Kami susulkan setelahnya dengan Rasul-rasul.” QS Al-Baqarah 87 Rasūlullāh shallallāhu alayhi wa sallam bersabda الْتَقَى آدَمُ وَمُوسَى ، فَقَالَ مُوسَى لآدَمَ آنْتَ الَّذِي أَشْقَيْتَ النَّاسَ ، وَأَخْرَجْتَهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ ، َقَالَ آدَمُ لِمُوسَى أَنْتَ مُوسَى الَّذِي اصْطَفَاكَ اللَّهُ بِرِسَالَتِهِ ، وَاصْطَفَاكَ لِنَفْسِهِ ، وَأَنْزَلَ عَلَيْكَ التَّوْرَاةَ ؟ قَالَ نَعَمْ ، “Bertemu Ādam dan Mūsā, maka berkata Mūsā kepada Ādam, Apakah engkau adalah Ādam yang telah menyengsarakan manusia dan mengeluarkan mereka dari surga?’ Ādam berkata, Apakah engkau adalah Mūsā yang Allāh telah memilihmu dengan risalahNya dan memilihmu untuk diriNya dan menurunkan kepadamu Kitab Taurat?’ Mūsā berkata, Ya’.” HR Bukhāri dan Muslim ● Kedua Disana ada beberapa kata di dalam Al-Qurān yang Allāh gunakan untuk kitab Taurat ini. ⑴ AT-TAURĀH Dan ini yang paling banyak Allāh pakai di dalam Al-Qurān. Diantaranya, Allāh berfirman نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ التَّوْرَاةَ وَالْإِنجِيلَ “Dia telah menurunkan atasmu Al-Kitāb yaitu Al-Qurān dengan benar, membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan Dialah yang telah menurunkan Taurāt dan Injīl.” QS Āli Imrān 3 Diantara nama lain Taurat adalah ⑵ AL-KITĀB Allāh berfirman وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ “Dan sungguh Kami telah berikan kepada Mūsā Kitab yaitu Taurat dan Kami susulkan setelahnya dengan rasul-rasul.” QS Al-Baqarah 87 ⑶ AL-FURQĀN Allāh berfirman وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاءً وَذِكْرًا لِّلْمُتَّقِينَ “Dan sungguh Kami telah berikan kepada Mūsā dan Hārūn Al-Furqān yaitu Taurat dan cahaya serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa.” QS Al-Anbiyā 48 ⑷ KITAB MŪSĀ Allāh berfirman وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَى إِمَامًا وَرَحْمَةً “Dan sebelum Al-Qurān adalah kitab Mūsā sebagai imam dan rahmat.” QS Al-Ahqāf 12 Diantara nama lain dari At-Taurāh adalah ⑸ AL-ALWĀH Allāh berfirman وَكَتَبْنَا لَهُ فِي الأَلْوَاحِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْعِظَةً وَتَفْصِيلاً لِكُلِّ شَيْءٍ “Dan Kami telah menulis untuknya yaitu untuk Mūsā di dalam Al-Alwāh yaitu Taurat segala sesuatu sebagai nasihat dan perincian untuk segala sesuatu.” QS Al-A’rāf 145 Dan di dalam sebuah riwayat yang lain di dalam Shahīh Muslim dari kisah percakapan antara Nabi Ādam dengan Mūsā alayhimassalām. Nabi Ādam berkata kepada Mūsā وأعطاك الألواح فيها بيان كل شيء “Dan Allāh memberimu Al-Alwāh, di dalamnya penjelasan segala sesuatu.” ⑹ SHUHUF MŪSĀ Menurut sebagian ulama yang berpendapat bahwa Shuhuf Mūsā adalah Taurat. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya. والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته Abdullāh Roy, Di kota Al-Madīnah Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullāh Roy _______________
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ,السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين 📘 Silsilah Ilmiyyah 1 Belajar Tauhid 🔊 Halaqah ke 01 ~ Mengapa Kita Wajib Belajar Tauhid Halaqoh yang pertama dari silsilah ilmiyyag belajar tauhid adalah tentang “Mengapa Kita Harus Mempelajari Tauhid? Belajar tauhid merupakan kewajiban setiap muslim, baik laki-laki maupun wanita, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia dan jin adalah hanya untuk bertauhid yaitu meng-esakan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠَﻘْﺖُ ﺍﻟْﺠِﻦَّ ﻭَﺍْﻹِﻧْﺲَ ﺇِﻻَّ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﻥ ’’Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu’’.Surat Adz-Dzariyaat 56 Oleh karena itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus para Rasul kepada setiap ummat tujuannya adalah untuk mengajak mereka kepada tauhid. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺑَﻌَﺜْﻨَﺎ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ ﺃَﻥِ ﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕَ ۖ … ’’Dan sungguh-sungguh Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang Rasul yang mereka berkata kepada kaumnya, ’’Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut’’. Surat AnNahl 36 Makna thaghut adalah segala sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala Oleh karena itu seorang muslim yang tidak memahami tauhid, yang merupakan inti dari ajaran Islam, maka sebenarnya dia tidak memahami agamanya meskipun dia telah mengaku mempelajari ilmu-ilmu yang banyak. Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh yang pertama ini dan in syā Allāh kita bertemu kembali pada halaqoh yang السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ saudaramu, Abdulloh Roy Kota Al-Madinah *Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy
hsi 7 halaqah 1