Bahasa& Sastra. No. ISBN. -6 e-ISBN 978-979-796-655-3. Tahun. 2021. Halaman. 215. Citra Putri Mandalika dan Perempuan Sasak Milenial (Agusman) 3. Cerita Rakyat dalam Perspektif Kajian Ekologi (Randa Kontestasi Legitimasi dalam Cerita Rakyat Jawa Timur (Nadya Afdholy) 7. Dampak Legenda La Hila Putri Donggo Kala Kabupaten
KomunikasiAntarbudaya Suku Sasak Dengan Suku Mbojo Pada Masyarakat Transmigran Di Kecamatan Tambora Kabupaten Bima-NTB Yayu Rahmawati Mayangsari, Rahmi dan Wardiman (Program Studi Komunikasi STISIP Mbojo Bima) Email: yayumayangsari.stisip@ Penelitian ini berjudul "Komunikasi Antar Budaya Suku Sasak dengan Suku Mbojo (Studi
BACAJUGA: Cerita yang Dikupas dalam Wayang Sasak Setelah itu sang wali sudah menceritakan wayang kepada kawan-kawan sepermainannya. Cerita lainnya, tentang seorang wali bernama Pangeran Sangupati Urip yang datang ke Lombok untuk mengobati masyarakat Lombok yang saat itu terkena wabah penyakit menular.
Keterangan: Dedare : dalam bahasa sasak berarti 'gadis'. Sasak : suku asli pulau Lombok. Amaq : dalam bahasa sasak berarti 'bapak' (panggilan Amaq khusus untuk masyarakat non bangsawan/ masyarakat biasa di kalangan masyarakat sasak ) Bebaleq : rumah kecil beratap rumbia atau ilalang, berada di pinggiran petak sawah.
jawabanMasyarakat suku Sasak di Lombok pada umumnya menganut agama islam sehingga setiap ada orang yang meninggal ada beberapa proses yang harus dilalui. Pertama kali yang dilakukan adalah memukul bedukdengan irama pukulan yang panjang. Kedatangan masyarakat ke tempat acara kematian tersebut disebut langar ( Melayat ).
VFARUI. Abstract Etnis Sasak seperti halnya etnis-etnis yang lainnya mempunyai identitas dan keunikan sendiri. Bahasa Sasak yang merupakan identitas etnis Sasak sampai sekarang masih memiliki fungsi praktis sebagai alat komunikasi, yaitu dipergunakan dalam komunikasi sehari-hari oleh penuturnya. Hal tersebut terbukti dari penggunaan bahasa Sasak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat penuturnya, seperti pembicaraan dalam lingkungan keluarga, masyarakat, kantor, dan masih ada yang menggunakannya sebagai bahasa pengantar di lingkungan sekolah. Di samping berfungsi sebagai alat komunikasi, bahasa Sasak juga berfungsi sebagai alat pengungkap rasa seni. Hal ini dapat dilihat dalam aktivitas sastra seperti bekayaq, wayang sasak, lelakaq, cilokaq, dan tradisi lisan lainnya yang menggunakan bahasa Sasak sebagai media pengungkapnya. Masyarakat Sasak seperti juga masyarakat etnis lain mempunyai beragam sastra lisan, seperti pantun, mantra, syair, dan cerita-cerita rakyat prosa. Sastra lisan Sasak sebagai bagian dari kebudayaan yang pernah hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, tentu mempunyai fungsi dan kedudukan di tengah-tengah masyarakat penuturnya, seperti sebagai sarana penghibur, pendidikan, dan komunikasi. Sebagai salah satu ragam sastra lisan yang dimiliki oleh suku Sasak di Pulau Lombok, cerita rakyat merupakan kekayaan budaya yang mengandung nilai-nilai budaya bagi masyarakat penuturnya.
cerita rakyat sasak dalam bahasa sasak